ANALISIS PROSES PEMBAKARAN BIOETANOL DARI RADIX EICHORNIA CRASSIPES DENGAN VARIASI LAMA WAKTU PENGERINGAN

NAUFAL, HARIS (2020) ANALISIS PROSES PEMBAKARAN BIOETANOL DARI RADIX EICHORNIA CRASSIPES DENGAN VARIASI LAMA WAKTU PENGERINGAN. Skripsi thesis, Universitas Panca Marga Probolinggo.

[img]
Preview
Text
COVER SKRIPSI HARIS NAUFAL.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR ISI HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (70kB)
[img]
Preview
Text
ABTRAK HARIS NAUFAL.pdf

Download (38kB) | Preview
[img] Text
BAB I HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (82kB)
[img]
Preview
Text
BAB II HARIS NAUFAL.pdf

Download (366kB) | Preview
[img] Text
BAB III HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (107kB)
[img] Text
BAB IV HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (549kB)
[img] Text
BAB V HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (50kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA HARIS NAUFAL.pdf
Restricted to perpustakaan UPM

Download (15kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis proses pembakaran bioetanol dari eceng gondok. Eceng gondok saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga peneliti memilih untuk memanfaatkan eceng gondok. Di Probolinggo tepatnya daerah Jrebeng Wetan Kecamatan Kedopok terdapat sumber air yang biasa disebut sumber air sentong. Sumber air Sentong selama ini masih dibiarkan, sehingga ditumbuhi tanaman eceng gondok. Eceng gondok berkembangbiak hingga hampir memenuhi sumber air sentong. Oleh sebab itu eceng gondok dianggap sebagai hama di sumber mata air setong. Dari beberapa bahan baku diatas peneliti memilih bioetanol berbahan dasar eceng gondok karena eceng gondok dinilai sebagi tanaman yang tidak bermanfaat dan berjumlah banyak. Dibandingakan dengan bahan baku lain yang memiliki manfaat sebagai bahan pangan. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Bioetanol sebagai bahan bakar memiliki karakter,mudah menguap, tidak berwarna, dan mudah terbakar. Terdapat beberapa tahapan proses dalam membuat bioethanol dari akar ecang gondok yaitu survei lokasi pengambilan eceng gondok, pengambilan eceng gondok, pemotongan akar eceng gondok, pengeringan, fermentasi, destilasi dan pembakaran. Penelitian ini menganalisa proses pembakaran bioetanol dengan tiga variasi waktu pengeringan. Pengeringan dilakukan selama 3 hari, 5 hari dan 7 hari dengan bantuan sinar matahari. Berdasarkan hasil pembakaran kandungan bioetanol pada akar eceng gondok peneliti memperoleh hasil yang bervariasi sesuai dengan lama pengeringan pada akar eceng gondok. Jarak dari hasil pembakaran nyala api berbeda-beda mulai dari tinggi dan lebar api. pada percobaan no 1 memiliki tinggi 65 mm dan lebar 33 mm, no 2 memiliki tinggi 80 dengan lebar 25 mm, sedangkan no 3 tinggi api 90 dengan lebar 15 mm. Untuk tinggi rambat api menunjukkan besar energi yang ada dan dilepaskan oleh pembakaran minyak.

Item Type: Thesis ( Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Bioetanol, Eceng Gondok, Pembakaran, Nyala Api
Subjects: Fakultas Teknik
Divisions: Teknik Mesin
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 03 Jul 2021 03:53
Last Modified: 03 Jul 2021 03:53
URI: http://repository.upm.ac.id/id/eprint/2076

Actions (login required)

View Item View Item