NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PANDALUNGAN DALAM UPACARA TAROPAN DI PROBOLINGGO

Tjahyadi, Indra, Indra/ITJ and Wafa, Hosnol and Zamroni, Mohammad (2019) NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PANDALUNGAN DALAM UPACARA TAROPAN DI PROBOLINGGO. Project Report. Universitas Panca Marga, Repositori. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Laporan Akhir - PDP Nilai-Nilai Kearifan Lokal Taropan - 2019.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Salah satu topik kebudayaan yang menarik untuk dikaji adalah kebudayaan Pandalungan. Menurut Sutarto (2006) Pandalungan merupakan kebudayaan yang kompleks. Itu disebabkan oleh jenis kebudayaan Pandalungan yang hibrida. Itu berarti kebudayaan Pandalungan merupakan kebudayaan yang terbentuk berdasarkan perpaduan dua unsur kebudayaan, yakni kebudayaan Jawa dan Madura. Dalam konteks geografis, kebudayaan Pandalungan merupakan kebudayaan yang menyebar di wilayah Jember, Lumajang, Probolinggo, dan Situbondo, atau yang dalam konteks kajian budaya lokal dikenal dengan nama wilayah “tapal kuda”. Di wilayah-wilayah kebudayaan tersebut nilai-nilai kearifan lokal yang dianut oleh masyarakatnya merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang terdapat dalam kebudayaan Pandalungan. Maka, tidak mengherankan apabila masyarakat di wilayah tersebut akrab dengan nilai-nilai budaya Jawa dan Madura. Salah satu bentuk tradisi yang menarik untuk dikaji dalam budaya Pandalungan adalah Upacara Taropan. Upacara ini merupakan upacara yang khas yang hidup dan menjadi bagian integral dalam tradisi masyarakat Pandalungan. Taropan merupakan upacara yang diadopsi dari kebudayaan Jawa. Di dalam ranah kebudayaan Pandalungan, kebudayaan ini masih berlangsung sampai saat ini. Bagi masyarakat Pandalungan upacara tersebut merupakan bagian integral dan imanen. Oleh karena itu, upacara Taropan menjadi sesuatu yang khas dan unik. Kekhasan dan keunikan Upacara Taropan juga disebabkan keberadaan upacara tersebut yang hanya ada di wilayah Pandalungan. Meski menggunakan bahasa Madura dalam pelaksanaannya, upacara tersebut bukan berasal dari Madura, melainkan berasal dari budaya Jawa, yakni: Teropan. Ini merupakan hal yang unik dan khas yang terdapat di masyarakat Pandalungan. Faktor itulah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai nilai-nilai yang terdapat di dalam Upacara Taropan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat di dalam Upacara Taropan di Probolinggo. Adapun manfaat yang diharapkan muncul dari penelitian ini adalah semakin terbentuknya pemahaman yang holistik mengenai kebudayaan Pandalungan, khususnya kebudayaan Pandalungan yang terdapat di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Ini menjadi hal yang penting sebab penelitian mengenai kebudayaan Pandalungan di wilayah tersebut masih sangatlah minim. Untuk mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan, penelitian memanfaatkan metode etnografi. Penggunaan metode etnografi dianggap relevan sebab tujuan penelitian ini adalah meneliti perilaku-perilaku manusia dalam latar sosial dan budaya tertentu dalam menghasilkan makna budaya. Ini sebagaimana yang dinyatakan Spreadley (2007: 3) bahwa tujuan etnografi adalah untuk mendeskripsikan dan membangin struktur sosial dan budaya suatu masyarakat. Penelitian ini memusatkan pengamatan di tiga lokasi daerah pengamatan. Ketiga lokasi tersebut dua berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, dan satu berada di wilayah Kota Probolinggo. Adapun ketiga daerah pengamatan tersebut yakni: 1) Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo; 2) Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo; dan 3) Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: Fakultas Sastra dan Filsafat
Divisions: Bahasa Inggris
Depositing User: Indra Tjahyadi
Date Deposited: 04 Feb 2023 04:40
Last Modified: 04 Feb 2023 04:40
URI: http://repository.upm.ac.id/id/eprint/3384

Actions (login required)

View Item View Item