SUSANTO, ADI EKO (2024) PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN KUALITAS CHIP SIZE PADA PRODUK PARTICLE BOARD (STUDI KASUS: MESIN CHIPPER PT KTI) Oleh. Skripsi thesis, Universitas Panca Marga.
|
Text
01 Cover ADI EKO SUSANTO .pdf Download (201kB) | Preview |
|
![]() |
Text
05 Daftar Isi ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (162kB) |
|
|
Text
08 Abstrak ADI EKO SUSANTO .pdf Download (191kB) | Preview |
|
![]() |
Text
10 BAB I ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (208kB) |
|
![]() |
Text
11 BAB II ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (1MB) |
|
![]() |
Text
12 BAB III ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (244kB) |
|
![]() |
Text
13 BAB IV ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (2MB) |
|
![]() |
Text
14 BAB V ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (196kB) |
|
![]() |
Text
15 Daftar Pustaka ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (162kB) |
|
![]() |
Text
SURATKETERANGAN BEBAS PLAGIASI ADI EKO SUSANTO .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (382kB) |
Abstract
Perencanaan produksi dan pengendalian kualitas merupakan aspek yang penting dalam manajemen operasi di industri manufaktur. Pada industri particle board, salah satu faktor yang menentukan kualitasnya terdapat pada ukuran chip kayu yang digunakan dalam produksinya. Variasi ukuran chip yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi sifat mekanik dan visual dari produk akhir, seperti kekuatan dan kepadatannya. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan produksi dan mengendalikan kualitas woodchip yang dihasilkan mesin chipper. Untuk memenuhi tujuan tersebut, digunakan beberapa metode forecasting, seven tools QC, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan grey theory. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan peramalan permintaan untuk regular board sebanyak 7832 m³ dan untuk light weight board sebanyak 1994 m³. Selain itu di dapatkan pula kebutuhan baku kayu untuk hard wood sebesar 12.374 ton dan soft wood sebanyak 2.592 ton. Agar bahan baku tersebut terserap maksimal, maka perlu dilakukan pengendalian kualitas di mesin pemroses awal kayu, yaitu mesin chipper. Dari diagram sebab akibat didapatkan bahwa faktor mesin yang menjadi penyebab utama munculnya chip oversize. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penentuan prioritas perbaikan, maka digunakanlah metode FMEA untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN), yang kemudian disempurnakan dengan metode grey theory yang menghasilkan prioritas perbaikan utama pada ruas screen mesh patah.
Item Type: | Thesis ( Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Perencanaan produksi, kualitas, seven tools, FMEA grey theory |
Subjects: | Fakultas Teknik |
Divisions: | Teknik Industri |
Depositing User: | Admin Perpustakaan |
Date Deposited: | 03 Feb 2025 06:08 |
Last Modified: | 03 Feb 2025 06:08 |
URI: | http://repository.upm.ac.id/id/eprint/5114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |