SARI, YENI PUSPITA (2025) TINJAUAN HUKUM TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN MAKELAR TANAH ATAS KELALAIAN PENJUAL YANG MELAKUKAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH. Skripsi thesis, Universitas Panca Marga.
|
Text
COVER YENI PUSPITA SARI .pdf Download (118kB) | Preview |
|
|
Text
Halaman Daftar Isi YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (110kB) |
||
|
Text
Halaman Abstrak YENI PUSPITA SARI .pdf Download (160kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (193kB) |
||
|
Text
BAB 2 YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (405kB) |
||
|
Text
BAB 3 YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (229kB) |
||
|
Text
BAB 4 YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (113kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (161kB) |
||
|
Text
Surat Keterangan Bebas Plagiasi YENI PUSPITA SARI .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (975kB) |
Abstract
Peran makelar tanah dalam transaksi jual-beli tanah sangat penting sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Namun, dalam praktiknya sering terjadi permasalahan hukum, salah satunya ketika penjual melakukan wanprestasi atau ingkar janji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara yuridis mengenai hak dan kewajiban makelar tanah ketika terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh penjual, serta bagaimana perlindungan hukum terhadap makelar dalam situasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makelar tanah memiliki kedudukan sebagai pihak ketiga dalam perjanjian jual-beli, namun tetap memiliki hak atas imbalan (provisi) jika telah menjalankan tugasnya secara profesional. Dalam hal penjual melakukan wanprestasi, makelar tidak serta-merta bertanggung jawab secara hukum atas kelalaian tersebut, kecuali jika terbukti turut serta dalam kelalaian atau tidak menjalankan kewajiban dengan itikad baik. Oleh karena itu, penting adanya kejelasan perjanjian tertulis dan perlindungan hukum bagi makelar untuk menghindari risiko kerugian akibat tindakan wanprestasi dari pihak penjual. Selain itu, perlindungan hukum terhadap makelar tanah dapat diwujudkan melalui pengaturan kontraktual yang tegas mengenai ruang lingkup tugas, hak atas imbalan, serta klausul pembebasan tanggung jawab apabila terjadi wanprestasi oleh salah satu pihak dalam transaksi. Dalam konteks ini, makelar tanah perlu dibekali dengan pemahaman hukum kontrak serta perlunya pencatatan formal atas setiap aktivitas perantaraannya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi dan pengawasan terhadap profesi makelar tanah agar tercipta kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam transaksi jual-beli tanah.
| Item Type: | Thesis ( Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | makelar tanah, wanprestasi, jual-beli tanah, hak dan kewajiban, perlindungan hukum. |
| Subjects: | Fakultas Hukum |
| Divisions: | S1 Hukum Fakultas dan Lembaga Layanan Universitas > Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 06:45 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 06:45 |
| URI: | http://repository.upm.ac.id/id/eprint/5875 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
