APRILIA, RAISA (2026) IMPLEMENTASI KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR HK.01.07/MENKES/33/2025 MENGENAI PETUNJUK TEKNIS PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS HARI ULANG TAHUN DI PUSKESMAS KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO. Skripsi thesis, Universitas Panca Marga.
|
Text
1. COVER RAISA APRILIA.pdf Download (453kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (85kB) |
|
|
Text
10. ABSTRAK RAISA APRILIA.pdf Download (77kB) |
|
|
Text
11. BAB 1 RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (125kB) |
|
|
Text
12. BAB 2 RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (546kB) |
|
|
Text
13. BAB 3 RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (144kB) |
|
|
Text
15. BAB 5 RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (93kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA RAISA APRILIA .pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (103kB) |
|
|
Text
18. SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI RAISA APRILIA.pdf Restricted to perpustakaan UPM Download (286kB) |
Abstract
Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes terus meningkat di Indonesia. Sebagai respons, pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun (PKG), yaitu program pemeriksaan kesehatan gratis pada hari ulang tahun warga guna mendorong deteksi dini penyakit. Puskesmas Kanigaran Kota Probolinggo mengemban target sasaran terbesar di kota, yakni sekitar 23.000 orang pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan PKG di Puskesmas Kanigaran serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan teori implementasi Grindle (2018) yang mencakup dua dimensi: isi kebijakan dan konteks implementasi. Hasil penelitian menunjukkan program PKG sudah berjalan, meskipun belum optimal. Masyarakat mendapat pelayanan kesehatan gratis yang lebih mudah dijangkau melalui posyandu ILP, dan deteksi dini PTM meningkat. Puskesmas mengembangkan strategi jemput bola ke posyandu, sekolah, dan kantor OPD sebagai inovasi atas rendahnya partisipasi masyarakat. Kolaborasi antar aktor berjalan kondusif: Dinas Kesehatan berperan sebagai fasilitator, kader posyandu menjadi penggerak masyarakat, dan seluruh staf menunjukkan komitmen tinggi meski beban kerja berlipat. Kendala utama yang ditemukan adalah kekurangan tenaga kesehatan sehingga Puskesmas Pembantu (Pustu) sempat tutup sementara, beberapa komponen pemeriksaan belum terlaksana akibat ketiadaan reagen dan pelatihan, sebagian masyarakat enggan menindaklanjuti hasil abnormal, serta perubahan petunjuk teknis yang berulang dari Kemenkes menyulitkan penyesuaian di lapangan
| Item Type: | Thesis ( Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Implementasi Kebijakan, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Penyakit Tidak Menular, Teori Grindle, Puskesmas Kanigaran |
| Subjects: | Fakultas Sosial dan Ilmu Politik |
| Divisions: | S1 Administrasi Publik Fakultas dan Lembaga Layanan Universitas > Fakultas Sosial dan Ilmu Politik > S1 Administrasi Publik |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:26 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 04:26 |
| URI: | http://repository.upm.ac.id/id/eprint/6078 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
